NGABUBURIT DI MUSIUM TRANSPORTASI

Berjalan-jalan di siang hari pada Bulan Suci Ramadhan mungkin paling dihindari bagi sebagian besar orang, namun pada Sabtu, 20 Juni 2015 hal itu menjadi kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu bagi para tunanetra.

Berkeliling di Musium Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur menjadi salah satu bentuk kegiatan yang memiliki nilai edukasi tinggi untuk tunanetra. Dengan berkeliling di Musium Transportasi, para tunanetra akan merasakan kepuasan tersendiri dalam mengexplor bentuk berbagai macam alat transportasi di Indonesia.

Bekerja sama dengan Fellowship of Netra Community (FENCY), Yayasan Raudlatul Makfufin (Taman Tunanetra) menyelenggarakan orentasi mobilitas terhadap berbagai alat transportasi di Musium Transportasi. Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut menambah pengetahuan para tunanetra tentang bentuk-bentuk alat transportasi yang selama ini digunakan.

Acara terasa semakin meriah dan edukatif dengan adanya diskusi bersama mbak Mila Kartina dan mbak Rona Deswi dari KPSH (Komunitas Penerjemah Satu Hati). Diskusi tersebut diselenggarakan setelah melaksanakan ibadah shalat ashar berjama’ah di Masjid Diponegoro TMII. Setelah shalat berjama’ah, para tunanetra berkumpul di aula Masjid Diponegoro untuk berdiskusi, tema yang diberikan dalam acara tersebut yaitu “Kesempatan Bekerja di Bidang Penerjemahan”. Tema tersebut sangat tepat diberikan kepada tunanetra, mengingat masih sulitnya kesempatan kerja bagi para tunanetra di Indonesia.

Tak terasa waktu sangat cepat berlalu. Dengan suasana diskusi yang sangat Interaktif, adzan magrib berkumandang. Acara puncak diselenggarakan, yaitu buka puasa bersama dan pembagian bingkisan untuk para tunanetra yang berisi buku Al Ma’shurot dalam cetakan braille.

Alhamdulillah acara dapat berjalan dengan lancar, semoga di waktu yang akan datang kami dapat menyelenggarakan kegiatan yang tidak kalah seru dan tetap bernilai edukatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *