PARA INSPIRATOR DUNIA

Dalam sebuah sajak Arab dikatakan هِمَّةُ الرِّجَالِ تَهْدِمُ الْجِبال, dan مَنْ جَدَّ وَجَدَ. Cita – cita seorang dapat merobohkan gunung, dan siapa yang bersungguh – sungguh akan memperoleh (hasilnya). Itulah makna dari dua sajak Arab yang populer itu. Kata – kata di atas ternyata tidak hanya sekedar ucapan belaka yang tak berbukti. Faktanya, di dunia ini kita dapat menemukan penyandang disabilitas yang berprestasi. Bahkan, prestasinya mampu melebihi orang – orang normal pada umumnya. Semoga kisah hidup mereka bisa menjadi inspirasi bahwa kesungguhan dan keteguhan hati seseorang, tak dapat menghalangi siapapun untuk meraih harapan dan cita – cita mereka. Berikut ini, beberapa tokoh tunanetra yang berpengaruh di dunia:
1. Helen Keler
Helen Keller dikenal sebagai penulis, aktivis, dan dosen di Amerika. Hellen dilahirkan secara normal. Namun, penyakit menyerangnya pada usia 19 bulan yang menyebabkannya menjadi tuli dan buta. Pada usia 7 tahun, orangtua Hellen mencarikannya seorang guru pribadi, Anne Sullivan. Gurunya itulah yang sangat berjasa membawa perubahan besar dalam kehidupan Hellen.
Hellen telah berhasil menguasai bahasa Perancis, Jerman, Yunani dan Latin melalui tulisan braille. Ia melanjutkan kuliahnya di Universitas Harvard untuk wanita, dan telah menyelesaikan studinya dengan jenjang waktu selama 4 tahun dengan predikan magna cum laude.
Beberapa prestasi yang telah dia raih adalah menjadi pemenang dari honorary University Degress Women’s Hall of Fame, The Lions Humanitarian Award, The Presidential Medal of Freedom, dan meraih 2 piala Oscar untuk kisah hidupnya. Di samping itu, ia juga menulis buku – buku terkenal, seperti The world I live in dan the story of my life.
2. Louis Braille
Louis adalah pencipta tulisan braille yang digunakan oleh kaum tunanetra. Karyanya memberikan dampak besar yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan pendidikan kaum tunanetra setelahnya. Dia dilahirkan pada 4 Januari 1809.
Louis mengalami kecelakaan pada saat ia berusia 4 tahun. Matanya tertusuk oleh jarum, yang menyebabkan kerusakan penglihatannya dan akhirnya buta. Setelah itu, Louis kecil mengenyam pendidikan di sekolah khusus yang diperuntukkan bagi tunanetra. Di sekolah tersebut, seorang prajurit, Charles Barbier mengadakan suatu kunjungan dan menunjukkan night writing atau kode malam, yang merupakan suatu kode yang dibentuk dari 12 titik yang digunakan khusus tentara pada saat perang kala itu.
Mengenal kode yang telah dikenalkan oleh Charles, Louis merasakan manfaat yang begitu besar yang dapat diperoleh oleh para tunanetra melalui kode tersebut. Setelah itu, Braille mengembangkan kombinasi yang pada mulanya disusun dari 12 titik, berubah lebih sederhana menjadi 6 titik. Tulisan yang dibentuk dari serangkain kode 6 titik itu, pertama kali dipublikasikan pada tahun 1827.
3. Marla Runyan
Marla Runyan lahir pada 4 Januari 1969. Ia merupakan seorang atlit road runner, maraton, dan track and field yang buta. Dia meraih sebanyak tiga kali juara nasional dalam perlombaan lari 5000 meter.
Runyan lahir di Santa Maria, California. Setelah lulus dari SMA Camarillo pada tahun 1987, dia melanjutkan studinya di Universitas Negeri Diego dimana dia mulai karir kompetisi di beberapa event olahraga ; 200 meter lari cepat, lompat tinggi, tolak peluru, 100 lari gawang tinggi/rendah, lompat jauh, lempar lembing, dan lari 800 meter. Pada tahun 1994 dia mendapatkan gelar masternya.
Runyan meraih empat medali emas pada even Summer Paralympics di tahun 1992, di cabang lompat jauh, dan kompetisi lari 100, 200 dan 400 meter. Dia juga berkompetisi pada cabang sepeda saat itu. Dia juga berusaha memenuhi kualifikasi olimpiade able-bodied pada Oimpiade Trials Amerika di tahun 1996. Sukses terbesar yang diraih oleh Runyan terjadi saat kompetisi Paralympic, dimana dia mampu memperoleh lima medali emas.
Mulai dari April 2014, Runyan memegang rekor dunia IPC pada klasifikasi T13 untuk kategori 400 meter, 1500 meter, 5000 meter, lompat tinggi, lompat jauh, dan pentathlon (ajang olahraga dimana atlit berkompetisi di 5 cabang olahraga berbeda). Selain dari pada itu, masih banyak catatan prestasi Runyan dalam dunia atlit.
Selain mereka bertiga, tentunya masih terdapat banyak tokoh penyandang disabilitas baik tunanetra maupun jenis disabilitas lain yang menuaikan prestasi cemerlang dalam berbagai bidang. Keterbatasan tidak menghalangi mereka untuk berprestasi dan mengembangkan potensi yang berada dalam setiap diri manusia. Allah berfirman : رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا “… ya Tuhan kami, tidaklah Engkau telah menciptakan ini dengan sia – sia…” (Q.S. Ali – Imran; 191). Itulah bukti kebenaran Allah yang terbukti di dunia ini. Tidak ada suatu apapun dari ciptaan Allah SWT yang sia – sia berada di dunia ini.
Sesungguhnya, manusia adalah satu – satunya makhluk Allah SWT yang diberikan kehendak bebas. Oleh karena itu, mereka dapat memilih apakah kehidupan ini akan mereka gunakan sehingga mereka dapat memperoleh predikat sebagai makhluk yang paling mulia, bahkan yang lebih mulia dari para malaikat yang tiada henti menyembah Allah SWT. Sebaliknya, apakah mereka akan menggunakannya dengan hal – hal negatif yang menjauhi dari taat kepada Allah SWT, sehingga derajat mereka bahkan dapat lebih hina dari binatang. Allah berfirman : لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ “…baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan…” (Q.S. Al – Baqarah; 134).(Rizal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *