Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Dengan ini kami umumkan bahwa telah dibuka kelas untuk peserta baru yang ingin mengikuti kelas computer dengan screen reader untuk tunanetra.

Kelas computer yang dibuka yaitu:

  1. Kelas dasar, yaitu mengetik 10 jari dan pengenalan Microsoft Office Word tingkat dasar.
  2. Kelas lanjutan, yaitu materi management keorganisasian, pengenalan management kesekretariatan, kebendaharaan dan publikasi keorgaisasian.

Kelas tersebut telah dibuka sejak 01 Februari 2014- 01 Maret 2014. Jika ada yang mendaftarkan diri di luar tanggal yang sudah dijadwalkan, maka dengan berat hati tidak dapat diterima.

Proses pendaftaran hingga proses pembelajaran berjalan tidak dikenai biaya. Menerima sebanyak-banyaknya untuk 5 orang ikhwan dan 5 orang akhwat. Hanya menerima peserta yang memiliki semangat belajar dan keseriusan.

 

Jika berminat dan perlu info lebih lanjut silakan menghubungi Biro Kependidikan/Kepesantrenan Yayasan Raudlatul Makfufin:

  1. Sapto Wibowo: 081389884434
  2. Wijaya: 085697806618
  3. Aryani: 085695656712

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Rafik Akbar


 

Klasifikasi Keterbatasan dan Kebutuhan Anak Tunanetra
dalam Proses pembelajaran

 

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

 

Pengertian Anak tunanetra

Jenis atau Klasifikasi Anak berkebutuhan khusus ada banyak sekali salah satunya adalah tunanetra, yaitu anak dengan gangguan penglihatan, jadi anak tunanetra bukan hanya anak yang mengalami kebutaan tapi juga anak yang mengalami keterbatasan dalam penglihatannya seperti juling, low vision/ ketajaman penglihatan yang cukup kurang dll.

Klasifikasi Ketajaman Penglihatan menurut WHO
Visual Impairment

  1. 6/6 hingga 6/18 = Normal vision (penglihatan normal).
  2. <6/18 hingga >3/60 (kurang dari 6/18 tetapi lebih baik atau sama dengan 3/60) = Low vision (kurang awas).
  3. <3/60 = Blind (buta).


Keterbatasan anak yang mengalami hambatan penglihatan
yaitu :

Keterbatasan dalam konsep dan pengalaman baru. konsep disini maksudnya adalah anak akan mengalami kesulitan dalam memahami akan sesuatu, terutama sesuatu yang baru. Maka anak perlu diarahkan secara verbalis/ kata-kata secara lisan atau melalui sentuhan namun tidak semuanya harus dilakukan secara sentuhan karena ada beberapa hal yang tidak dapat disentuh karena bisa berbahaya misalkan api.

Keterbatasan dalam berinteraksi dengan lingkungan, hal ini cukup jelas bahwa dengan berkurangnya penglihatan maka menyulitkan kita untuk melakukan pemahaman terhadap terhadap sesuatu yang bersifat visual.

Keterbatasan dalam orientasi mobilitas, dengan adanya hambatan dalam visual akan menyulitkan kita dalam pergerakan pengenalan tempat di sekitar kita.

 

Yang dibutuhkan anak tunanetra dalam pembelajaran yaitu :

  • Pengalaman yang konkrit
  • Pengalaman memadukan antara teori dan praktik
  • Berbuat dan bekerja dalam belajar (belajar secara praktik langsung)

Media baca Tunanetra

  • Tulisan standar (standard print)
  • Tulisan yang diperbesar (enlarge print)
  • Media Braille
  • Media dengar (auditory learning)