Yayasan Raudlatul Makfufin

Cukupkah Dengan Dua Anak?

Jelas tidak cukup hanya dua anak saja kemudian bertekad untuk tidak punya anak yang berikutnya. Kecuali, kalau memang Allah mentaqdirkan hanya dua atau kurang dari dua atau bahkan belum ditaqdirkan mempunyai anak, maka ini adalah ketentuan Allah yang Maha Bijaksana dan seorang hamba harus bersabar dan ridha atas ketentuanNya.

Akan tetapi, mengapa kita berniat membatasi hanya dua, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengharapkan dari kita untuk memperbanyak umatnya. Bagaimana kita membatasi dua anak saja, padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam akan membanggakan kita yang berjumlah banyak pada hari kiamat nanti di hadapan seluruh manusia yang pernah hidup di muka bumi ini!?

Dan mengapa pula kita mencukupkan diri dengan dua anak saja padahal para orang tua kita sendiri menyesali diri-diri mereka disebabkan hanya mempunyai dua, tiga, atau empat anak saja? Atau mengapa kita membatasi dua anak padahal banyak orang tua yang merasa kesepian ketika anak-anak mereka mulai dewasa dan hidup jauh dari orang tua mereka, padahal mereka jumlahnya enam, tujuh, atau delapan?

Memang, kalau kita diberi pilihan yang harus kita ambil salah satunya antara: “jumlah yang sedikit tapi berkualitas” atau “banyak tapi kualitas rendah”, jelas yang pertama lebih baik dari yang kedua.

Tetapi pilihan di atas tidak berlaku bagi seorang muslim yang ingin menerapkan Sunnah dan mengambil petunjuk Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam. Seharusnya setiap muslim mempunyai prinsip: “banyak anak dan berkualitas”, kemudian mengupayakan segala kemampuannya untuk terwujudnya cita-cita yang agung lagi mulia ini.

;