Yayasan Raudlatul Makfufin

Doa Ketika Berwudhu

Sebagai seorang muslim, Anda pasti mengetahui bahwa berwudhu adalah salah satu syarat sah ibadah salat. Dalam sebuah hadis HR. Muslim disebutkan Utsman bin Affan R.A berkata: “Barang siapa berwudhu seperti yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalanannya menuju masjid dan salatnya sebagai tambahan pahala baginya.” Lalu bagaimana doa berwudhu yang sesuai dengan tuntunan?

Doa Ketika Berwudhu

Tujuan dari berwudhu adalah untuk menyucikan diri yang merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Agar wudhu yang Anda lakukan semakin berkualitas dan khusyuk, di bawah ini adalah doa-doa yang menyertai gerakan wudhu yang disadur dari kitab Syekh Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi, Al-Adzkar al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyidil Abrâr.

1. Doa saat membasuh telapak tangan

اللَّهُمَّ احْفَظْ يَدِيْ مِنْ مَعَاصِيْكَ كُلِّهَا

Artinya: “Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat.”

Doa ini merupakan bentuk pengharapan agar Allah SWT memelihara kita dari perbuatan buruk yang dilakukan oleh anggota tubuh.

2. Doa saat berkumur

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ اللَّهُمَّ اسْقِنِي مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا

Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya.”

3. Doa saat menghirup air

اللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنِيْ رَائِحَةَ نِعَمِكَ وَجَنَّاتِك

Artinya: “Ya Allah, (izinkan) aku mencium wewangian surga. Ya Allah, jangan halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmatmu dan wanginya surga.”

4. Doa saat membasuh wajah

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ

Artinya: “Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam.”

Saat dikumpulkan di Padang Mahsyar orang yang taat akan mempunyai wajah yang bersinar demikian pula orang yang jahat akan mempunyai wajah yang kusam.

5. Doa saat membasuh tangan kanan dan kiri

اللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِينِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا

Artinya: “Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan.”

Sedangkan saat membasuh tangan kiri, berdoa:

اللَّهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ

“Ya Allah, jangan Kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan jangan pula diberikan dari balik punggungku.”

Kelak di akhirat, Allah SWT akan memberikan catatan amal pada setiap hamba-Nya. Apabila manusia tersebut beramal baik, maka ia akan menerima kitab amalnya dengan tangan kanan. Sebaliknya ia akan menerima kitab amal dengan tangan kiri ketika amalnya buruk.

6. Doa saat mengusap kepala

اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّك

Artinya: “Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan selain naungan dari-Mu.”

7. Doa saat mengusap telinga

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang baik dari ucapan tersebut.”

Doa ini dipanjatkan agar telinga kita dilindungi dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan supaya kita dapat mengambil pelajaran dari hal-hal baik yang kita dengar.

8. Doa saat membasuh kaki

Saat membasuh kaki kanan berdoa:

اللهم اجْعَلْهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا. اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir.”

Dan saat membasuh kaki kiri berdoa:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَنْزِلَ قَدَمِيْ عَنِ الصِّرَاطِ يَوْمَ تَنْزِلُ فِيْهِ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir.”

Doa berwudhu tersebut mencerminkan bahwa kelak di hari pembalasan, semua manusia akan menyeberang jembatan shirathal mustaqim. Orang yang beriman akan dengan mudah menyeberangi jembatan tersebut dengan amal shalih yang dibawanya sedangkan orangyang munafik akan tergelincir dan jatuh ke neraka.

 

;