SKHIT YARFIN menjadi Kuda Hitam di Jambore TIK 2017

Tangerang Selatan, Yarfin, siswa dan guru Sekolah Khusus Islam Terpadu Yayasan Raudlatul Makfufin
berpartisipasi dalam event Jambore TIK KEMKOMINFO 2017.

Melalui kompetisi regional Jawa-Bali 07 – 09 November 2017 di Yogyakarta, satu orang siswa SKh-IT
Yarfin atas nama Tiyon Iswanto dan dua orang guru SKh-IT atas nama Fitriani Harum Sari dan
Rantiani Permata telah mengikuti kompetisi penyisihan se-Jawa dan Bali..

Jambore TIK 2017 adalah event tahunan yang diselenggarakan langsung oleh Kementerian
Komunikasi dan Informasi RI khusus untuk para disabilitas di Indonesia. Event ini memperlombakan
berbagai kemampuan mengakses tehnik informatika dan komputer yang dimiliki para disabilitas.

Untuk tahun ini, ada empat jenis disabilitas yang dikutsertakan dalam Jambore TIK 2017, yaitu
penyandang keterbatasan penglihatan (Tunanetra), penyandang keterbatasan fisik (Tunandaksa),
penyandang keterbatasan pendengaran (Tunarungu) dan penyandang keterbatasan intelektual. Dari
empat jenis disabilitas yang diikutsertakan, SKh-IT Yarfin adalah salah satu lembaga pendidikan
formal khusus penyandang disabilitas penglihatan (Tunanetra) yang berhasil lolos seleksi
administrasi secara online, dan tahun ini SKh-IT Yarfin diwakilkan oleh satu orang siswa dan dua
orang guru dari SKh-IT Yarfin.

Berkat Ridho Allah Subhanahu Wata’ala serta dukungan dari berbagai pihak, SKh-IT Yarfin berhasil
membawa pulang piala juara I di cabang MS. Office Word dan Excel khusus kategori remaja atas
nama Tiyon Iswanto, piala juara I cabang MS. Office Power Point khusus kategori kelompok atas
nama Fitriani Harumsari, piala juara II cabang MS. Office Power Point khusus kategori kelompok atas
nama Rantiani Permata dan piala juara III cabang lomba MS. Office Word dan Excel khusus kategori
dewasa atas nama Rantiani Permata. Sehingga SKh-IT Yarfin membawa empat piala kejuaraan di
tingkat regional Jawa-Bali.

Karena ada dua piala juara I yang diraih, maka SKh-IT Yarfin berhak melanjutkan perjuangannya
dikompetisi Jambore TIK 2017 di putaran final pada tanggal 16 – 19 November 2017 di Gedung
PUSTIKNAS, Ciputat, Tangerang Selatan.

Semoga di babak final perwakilan dari SKh-IT Yarfin kembali mendapatkan juara dan mengharumkan
nama SKh-IT Yarfin, Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

MAKFUFIN MENUJU JOMBANG

Setelah mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur, Yayasan Raudlatul Makfufin diagendakan akan bersilaturahim ke Jombang, Jawa Timur.

Silaturahim kali ini bukan hanya untuk sowan dengan para ulama di sana, melainkan akan menyelenggarakan Training Quran Braille untuk para tunanetra di sekitar Jombang, Jawa Timur.

Training akan dilaksanakan pada Selasa, 17 Mei 2016 hinga 21 Mei 2016 di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang.

Training yang diperkirakan akan dihadiri oleh 20 orang tunanetra ini dimbing langsung oleh empat orang trainer dari Yayasan Raudlatul Makfufin, Banten.

Training Quran Braille adalah salah satu program kerja Badan Pengurus Harian Yayasan Raudlatul Makfufin yang sudah diprogramkan sejak tahun 2013. Sebelum ke Jombang, sudah ada beberapa kota di pulau Jawa yang bekerja sama dengan Yayasan Raudlatul Makfufin dalam meningkatkan kemampuan membaca Al Quran Braille, seperti Temanggung, Madiun, Surabaya dan lain-lain.

Dengan adanya Training Quran Braille di Jombang, Jawa Timur, diharapkan dapat menekan angka buta huruf Al Quran Braille bagi para tunanetra Muslim di Indonesia.

MEREKA YANG PEKAK DAN BISU KARENA DUSTA

(Tafsir Ibnu Katsir untuk Surat al-An’am ayat 39)
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِ مَنْ يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (39)
“Dan orang – orang yang mendustakan ayat – ayat Kami, mereka pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus” QS. Al-An’am : 39.
Ayat tersebut, dengan jelas telah menerangkan dampak dari sifat dusta terhadap ayat-ayat Allah. Namun, apakah yang dimaksud dengan ayat – ayatNya, serta bagaimana hakikat dari kondisi pekak, bisu dan dalam kegelapan sebagaimana yang digambarkan oleh ayat tersebut? Sehingga Allah SWT, dengan kehendakNya dapat menentukan siapa yang akan Dia sesatkan dan Dia beri petunjuk berada di jalan yang lurus. Untuk menjawab hal tersebut, tulisan kali ini akan membahas surat al-An’am ayat 39 melalui pendekatan pandangan Imam Ibnu Katsir.
Ayat ini memiliki keterkaitan dengan dengan dua ayat sebelumnya ; al-An’am 37 dan 38. Ibnu Katsir menjelasakan bahwa sesungguhnya orang – orang musyrik, berdusta karena berharap tidak turun petunjuk/ayat dari Allah SWT. Padahal, sebenarnya mereka menginginkannya langsung dari Allah. Bukti dari kebenaran itu dijelaskan dalam QS al-Isra : 90 :
لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الأرْضِ يَنْبُوعًا
“sekali-kali kami (orang musyrik) tidak akan percaya (beriman) hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami”
Ayat ini sesungguhnya menjadi bukti bahwa orang – orang meminta bukti akan kebenaran Allah. Namun, mereka berdusta karena secara zahir mereka sama sekali tidak mengharapkan turunnya ayat ataupun bukti akan kebenaran Allah.
Kemudian, sebenarnya Allah SWT mampu untuk menurunkan ayat-Nya. Namun, dalam hal ini Allah tidak menurunkannya. Terdapat hikmah dibalik tidak turunnya ayat tersebut. Apabila mereka tidak beriman setelah ayat itu diturunkan, niscaya Allah akan menyegerakan turunnya azab bagi mereka, sebagaimana yang diturunkan bagi umat-umat sebelumnya. Sehingga hikmah dari tidak turunnya ayat itu adalah untuk menunda turunnya azab bari mereka.
Di sisilain, pada ayat setelahnya (al-an’am : 38), Allah SWT menyatakan bahwa sesungguhnya kata “umat” tidak hanya disandarkan kepada golongan manusia saja.
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ وَلا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ
“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu”. Hal ini, sebagaimana perkataan ibnu Katsir yang mengutip dari Qatadah : “Burung adalah umat, manusia adalah umat dan jin adalah umat”. Adapun, lanjutan dari ayat tersebut berbunyi :
مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ
“Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab (al-Qur’an), kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”.
Abu Hurairah, berpendapat terkait ayat tersebut dengan berkata “akan dihimpun seluruh makhluk Allah pada saat hari kiamat ; hewan – hewan (بهائم), binatang (دواب), burung, dan semua makhluk Allah. Pada saat itu, setiap orang akan mencari teman mereka masing – masing”.
Dengan kondisi tersebut, Allah menjelaskan apa akan terjadi bagi mereka (orang – orang musyrik) yang telah mendustakan ayat – ayat Allah di QS. Al-An’am : 39 bahwa “Mereka yang berdusta dengan ayat – ayat kami, pekak dan bisu dalam keadaan gelap gulita”. Ibnu Katsir menjelaskan maksud dari ayat tersebut. Perumpamaan mereka, karena ketidaktahuan, sedikitnya ilmu dan ketidakfahaman mereka, seperti orang yang pekak (padahal mereka mampu mendengar), dan orang bisu (padahal mereka mampu berbicara) dalam kondisi yang gelap gulita sehingga tidak dapat melihat.
Bagaimana orang yang bisu, pekak dan dia berada dalam kegelapan dapat memperoleh petunjuk terhadap suatu jalan, atau dikeluarkan dari kondisi tersebut? Hal ini seperti yang disampaikan Allah dalam surat al-Baqarah : 17 & 18 “perumpamaan mereka seperti orang yang menyalakan api. Ketika api itu menerangi sekelilingnya, Allah menghilangkan cahaya itu, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, dan tidak dapat melihat. Mereka pekak, bisu dan buta, maka mereka tidak akan kembali ke jalan yang benar”.
Oleh karena itu, Allah berfirman “Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus”. Maksudnya adalah bahwa Dialah yang berbuat sesuai dengan kehendak-Nya terhadap makhluk – makhlukNya.
Hal yang penting yang perlu digarisbawahi dari ayat ini, seperti yang disampaikan Ibnu Katsir bahwa sebab dari kondisi orang – orang musyrik tersebut adalah karena tiga hal, yaitu ketidaktahuan, sedikitnya ilmu dan ketidakfahaman. Hal ini menyebabkan mereka menjadi dusta terhadapt ayat – ayat Allah SWT. Dengan ini, kita mengetahui bahwa kurangnya ilmu pengetahuan dapat menyebabkan seseorang menjadi musyrik. Dan sebaliknya, bertambahnya ilmu pengetahuan dapat meningkatkan keimanan seseorang, baik terhadap Al-Qur’an dan rukun iman lainnya, serta menjauhkan dari kemusyrikan.
Wallahu ‘alam bi al-shawab.(Rizal)

PARA INSPIRATOR DUNIA

Dalam sebuah sajak Arab dikatakan هِمَّةُ الرِّجَالِ تَهْدِمُ الْجِبال, dan مَنْ جَدَّ وَجَدَ. Cita – cita seorang dapat merobohkan gunung, dan siapa yang bersungguh – sungguh akan memperoleh (hasilnya). Itulah makna dari dua sajak Arab yang populer itu. Kata – kata di atas ternyata tidak hanya sekedar ucapan belaka yang tak berbukti. Faktanya, di dunia ini kita dapat menemukan penyandang disabilitas yang berprestasi. Bahkan, prestasinya mampu melebihi orang – orang normal pada umumnya. Semoga kisah hidup mereka bisa menjadi inspirasi bahwa kesungguhan dan keteguhan hati seseorang, tak dapat menghalangi siapapun untuk meraih harapan dan cita – cita mereka. Berikut ini, beberapa tokoh tunanetra yang berpengaruh di dunia:
1. Helen Keler
Helen Keller dikenal sebagai penulis, aktivis, dan dosen di Amerika. Hellen dilahirkan secara normal. Namun, penyakit menyerangnya pada usia 19 bulan yang menyebabkannya menjadi tuli dan buta. Pada usia 7 tahun, orangtua Hellen mencarikannya seorang guru pribadi, Anne Sullivan. Gurunya itulah yang sangat berjasa membawa perubahan besar dalam kehidupan Hellen.
Hellen telah berhasil menguasai bahasa Perancis, Jerman, Yunani dan Latin melalui tulisan braille. Ia melanjutkan kuliahnya di Universitas Harvard untuk wanita, dan telah menyelesaikan studinya dengan jenjang waktu selama 4 tahun dengan predikan magna cum laude.
Beberapa prestasi yang telah dia raih adalah menjadi pemenang dari honorary University Degress Women’s Hall of Fame, The Lions Humanitarian Award, The Presidential Medal of Freedom, dan meraih 2 piala Oscar untuk kisah hidupnya. Di samping itu, ia juga menulis buku – buku terkenal, seperti The world I live in dan the story of my life.
2. Louis Braille
Louis adalah pencipta tulisan braille yang digunakan oleh kaum tunanetra. Karyanya memberikan dampak besar yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan pendidikan kaum tunanetra setelahnya. Dia dilahirkan pada 4 Januari 1809.
Louis mengalami kecelakaan pada saat ia berusia 4 tahun. Matanya tertusuk oleh jarum, yang menyebabkan kerusakan penglihatannya dan akhirnya buta. Setelah itu, Louis kecil mengenyam pendidikan di sekolah khusus yang diperuntukkan bagi tunanetra. Di sekolah tersebut, seorang prajurit, Charles Barbier mengadakan suatu kunjungan dan menunjukkan night writing atau kode malam, yang merupakan suatu kode yang dibentuk dari 12 titik yang digunakan khusus tentara pada saat perang kala itu.
Mengenal kode yang telah dikenalkan oleh Charles, Louis merasakan manfaat yang begitu besar yang dapat diperoleh oleh para tunanetra melalui kode tersebut. Setelah itu, Braille mengembangkan kombinasi yang pada mulanya disusun dari 12 titik, berubah lebih sederhana menjadi 6 titik. Tulisan yang dibentuk dari serangkain kode 6 titik itu, pertama kali dipublikasikan pada tahun 1827.
3. Marla Runyan
Marla Runyan lahir pada 4 Januari 1969. Ia merupakan seorang atlit road runner, maraton, dan track and field yang buta. Dia meraih sebanyak tiga kali juara nasional dalam perlombaan lari 5000 meter.
Runyan lahir di Santa Maria, California. Setelah lulus dari SMA Camarillo pada tahun 1987, dia melanjutkan studinya di Universitas Negeri Diego dimana dia mulai karir kompetisi di beberapa event olahraga ; 200 meter lari cepat, lompat tinggi, tolak peluru, 100 lari gawang tinggi/rendah, lompat jauh, lempar lembing, dan lari 800 meter. Pada tahun 1994 dia mendapatkan gelar masternya.
Runyan meraih empat medali emas pada even Summer Paralympics di tahun 1992, di cabang lompat jauh, dan kompetisi lari 100, 200 dan 400 meter. Dia juga berkompetisi pada cabang sepeda saat itu. Dia juga berusaha memenuhi kualifikasi olimpiade able-bodied pada Oimpiade Trials Amerika di tahun 1996. Sukses terbesar yang diraih oleh Runyan terjadi saat kompetisi Paralympic, dimana dia mampu memperoleh lima medali emas.
Mulai dari April 2014, Runyan memegang rekor dunia IPC pada klasifikasi T13 untuk kategori 400 meter, 1500 meter, 5000 meter, lompat tinggi, lompat jauh, dan pentathlon (ajang olahraga dimana atlit berkompetisi di 5 cabang olahraga berbeda). Selain dari pada itu, masih banyak catatan prestasi Runyan dalam dunia atlit.
Selain mereka bertiga, tentunya masih terdapat banyak tokoh penyandang disabilitas baik tunanetra maupun jenis disabilitas lain yang menuaikan prestasi cemerlang dalam berbagai bidang. Keterbatasan tidak menghalangi mereka untuk berprestasi dan mengembangkan potensi yang berada dalam setiap diri manusia. Allah berfirman : رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا “… ya Tuhan kami, tidaklah Engkau telah menciptakan ini dengan sia – sia…” (Q.S. Ali – Imran; 191). Itulah bukti kebenaran Allah yang terbukti di dunia ini. Tidak ada suatu apapun dari ciptaan Allah SWT yang sia – sia berada di dunia ini.
Sesungguhnya, manusia adalah satu – satunya makhluk Allah SWT yang diberikan kehendak bebas. Oleh karena itu, mereka dapat memilih apakah kehidupan ini akan mereka gunakan sehingga mereka dapat memperoleh predikat sebagai makhluk yang paling mulia, bahkan yang lebih mulia dari para malaikat yang tiada henti menyembah Allah SWT. Sebaliknya, apakah mereka akan menggunakannya dengan hal – hal negatif yang menjauhi dari taat kepada Allah SWT, sehingga derajat mereka bahkan dapat lebih hina dari binatang. Allah berfirman : لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ “…baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan…” (Q.S. Al – Baqarah; 134).(Rizal)