Yayasan Raudlatul Makfufin

Hukum Ziarah Kubur dan Manfaatnya

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Imam Tirmizi dan Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– زَوَّارَاتِ الْقُبُورِ. Artinya: “Rasulullah SAW melaknat para wanita yang sering melakukan ziarah kubur”. 

Dalil ziarah kubur mengatakan bahwa pria tidak dilarang mengunjungi makam. Sedangkan perempuan hanya bisa ziarah kubur jika pemakaman terletak di dalam wilayah di mana Anda tinggal. Jika itu di luar wilayah (panjang jalan melebihi apa yang diizinkan bagi seorang wanita untuk melakukan perjalanan yakni 70-80 km), maka ziarah kubur hanya boleh dilakukan oleh laki-laki.

Ada kondisi tertentu bagi perempuan agar dapat melakukan ziarah kubur. Perempuan tersebut harus memiliki izin suami atau wali, berpakaian sopan dan rapi sesuai dengan yang diajarkan syariah, di kuburan tidak memimpin pembicaraan duniawi, tidak boleh menangis, dan tidak bercampur dengan yang bukan muhrim. Jika tidak bisa mematuhi persyaratan, seorang wanita dilarang melakukan ziarah.

Manfaat Ziarah Kubur

1. Dosa Anda diampuni

Siapa pun yang mengunjungi kuburan orang tuanya di hari Jumat dan membaca surat “Yasin”, Allah mengampuni seberapapun banyak dosa yang Anda miliki. Sebagaimana banyaknya kata dan huruf di dalam surat “Yasin”.

2. Meringankan penderitaan Anda

Jika Anda berziarah kubur kemudian membaca “Yasin” untuk orang mati, penderitaan hidup Anda akan diringankan. Dan akan dituliskan begitu banyak pahala (sebanyak orang yang dimakamkan di pemakaman tempat Anda berziarah)

3. Membahagiakan ahli kubur

Siapa pun yang membaca “Ayat Kursi” dan meminta Allah untuk memberikan hadiah kepada siapa pun yang dimakamkan di kuburan, empat puluh pancaran cahaya (Nur) akan masuk di masing-masing kuburan orang Muslim dan selanjutnya kuburan akan diperluas. Jelas saja, ahli kubur mana yang tidak bahagia akan hal ini?

Singkatnya, maksud dari zarah kubur adalah mendoakan  orang Muslim yang sudah meninggal dengan tujuan untuk mengingat tentang kematian, sehingga akan senantiasa berhati-hati dalam berkata dan bersikap. Doa bisa berupa bacaan Alquran. Para ulama Islam dengan dukungan dalil ziarah kubur berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan tradisi menyarankan umat Muslim untuk berziarah kubur.

Terutama ziarah ke makam Nabi Muhammad dan makam orang-orang saleh, dikarenakan hal ini merupakan suatu tindakan kebajikan dan kehormatan. Namun, Wahabi menyatakan bahwa perjalanan untuk ziarah menuju makam auliya Allah adalah tidak sah dan haram.

;