Yayasan Raudlatul Makfufin

Keistimewaan Sholat Hajat

Semua orang di dunia ini pasti punya cita-cita atau tujuan yang ingin dicapainya. Misalnya saja ingin punya pekerjaan tertentu, bisa lulus kuliah dengan nilai bagus, atau ingin sukses dalam berbisnis. Bagi kaum Muslim, selain usaha yang keras tak pantang menyerah, ada satu amalan lagi yang harus dilakukan yaitu menunaikan sholat hajat sambil tulus berdoa agar keinginannya dikabulkan oleh Alloh.

Keistimewaan Sholat Hajat

Sholat sunnah hajat menjadi amalan untuk memohon keridhoan Alloh SWT agar keinginan-keinginan Anda dikabulkan. Karena itulah setiap Muslim wajib mengetahui apa saja fadhilah dan tata cara sholat ini agar nantinya mudah untuk diimplementasikan dalam kehidupan Anda sehari-hari.

1. Fadhilah/Keutamaan

Sholat sunnah hajat punya beberapa keutamaan jika dilakukan oleh seorang Muslim seperti:

• Menjadi jalan terkabulnya doa-doa Anda.
• Jalan untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT.
• Menjadi sarana ibadah yang banyak mengandung pahala selain ibadah sholat wajib.
• Terhindarkan dari hal-hal yang menyulitkan Anda untuk mencapai tujuan atau cita-cita.
• Menghindarkan diri Anda dari segala macam marabahaya.
• Diberikan petunjuk oleh Alloh SWT dalam setiap langkah hidup Anda.

2. Waktu Sholat

Sholat sunnah hajat bisa dilakukan kapanpun selama waktu tersebut masih diperbolehkan untuk sholat. Anda bisa menjalankan sholat ini pada waktu malam yaitu ba’da sholat maghrib hingga sebelum subuh ataupun pada waktu siang antara dhuha, setelah dzuhur, dan sebelum ashar.

Namun sebagian ulama berpendapat bahwa waktu terbaik untuk menjalankan sholat sunnah hajat ini adalah di sepertiga malam yaitu setelah jam 01.30 WIB hingga sebelum subuh. Sholat ini juga bisa dilakukan setelah sholat sunnah malam lainnya seperti tahajud dan witir.

3. Tata Cara Sholat

Sholat hajat dilakukan sebanyak 2 rokaat dengan tata cara yang sama seperti sholat wajib. Hanya saja niatnya yang berbeda. Niat sholat sunnah hajat sebagai berikut:

“Ushollii sunnatal haajati rok’ataini lillahi ta’aalaa”

Setelah mengucapkan niat, maka kemudian Anda harus melakukan takbiratul ihram hingga salam seperti sholat biasa. Saat sudah selesai mengucapkan salam, maka Anda bisa memanjatkan doa sholat sunnah hajat yang tertuang dalam HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah.

 

;