Yayasan Raudlatul Makfufin

Niat Puasa Asyura

Puasa Asyura merupakan puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 10 bulan Muharram. Biasanya sebelumnya juga disunnahkan puasa satu hari yang bernama Tasua’.Puasa tersebut sebenarnya sudah dijalankan umat terdahulu jauh sebelum islam seperti umatnyaa nabi Musa (orang Yahudi) dan orang Arab zaman jahiliyah, hanya saja kemungkinan niat puasa Asyura tersebut berbeda.

Kemudian Rasulullah juga menjalankan puasa Asyura diikuti dengan umatnya. Mengetahui jika pada tanggal tersebut ternyata hari raya kaum Yahudi, beliau juga menganjurkan agar berpuasa sehari sebelumnya yaitu Tasu’a tanggal  Muharram untuk membedakan dengan umat Yahudi.

Lafal Niat Puasa Asyura Lengkap Beserta Artinya

Niat menjadi suatu hal yang penting dan bahkan wajib dilakukan ketika hendak menjalankan setiap amal ibadah termasuk puasa Asyura. Sebagai puasa sunnah, niatnya bisa dilakukan pada malam hari, pagi, dan bahkan siang hari. Jadi, Anda tidak harus berniat malam hari layaknya puasa wajib saat akan melakukannya. Di bawah ini niat puasa Asyura yang dilakukan pada malam hari.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyra besok karena Allah yang Maha Luhur.”

Sedangkan, bagi Anda yang ingin berpuasa Asyura, namun lupa belum niat malamnya dan baru ingat pagi hari seperti menjelang, tepat, maupun setelah shubuh bisa langsung berniat. Bahkan siangpun masih bisa dengan catatan Anda belum makan, minum, maupun  melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak shubuh hingga waktu dhuhur.

Tentu saja niatnya berbeda dengan niat di atas, berikut adalah lafalnya.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyura hari ini karena Allah yang Maha Luhur.”

Selain mengucapkan lafal niat secara lisan tentunya juga harus dilakukan dalam hati. Melafalkan niat di atas sebenarnya bertujuan agar hati Anda lebih mantap dalam menjalankan ibadah puasa sunnah Asyra. Jadi, baik dalam hati maupun lisan sama-sama penting dan saling berkaitan.

Setidaknya kedua lafal niat puasa Asyura di atas bisa menambah pengetahuan serta mempermudah Anda ketika hendak menjalankan ibadah puasa di hari ke-10 Muharram tersebut. Lebih baik lagi jika sebelumnya Anda juga melakukan puasa Tasu’a sebagai pertanda bahwa kita adalah umat nabi Muhammad serta untuk membedakan dengan puasanya orang Yahudi.

 

;