Yayasan Raudlatul Makfufin

Qurban dan Aqiqah

Qurban dan aqiqah merupakan ibadah yang mempunyai kemiripan, yaitu sama-sama menyembelih hewan. Tujuannya sama, yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Selain itu, juga berfungsi untuk melatih Anda bersikap ikhlas dalam berkorban semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah.

Qurban dan Aqiqah

1. Pelaksanaan qurban

Hukum melaksanakan kurban adalah sunnah muakad, yaitu sunnah yang dianjurkan bagi yang mampu. Bagi yang tidak mampu maka tidak berdosa jika belum bisa berkurban. Ibadah qurban ini memiliki banyak fungsi, antara lain adalah:

  • Sebagai bentuk ketakwaan terhadap Allah
  • Mendekatkan diri kepada Allah
  • Mengambil pelajaran hidup, yaitu melatih keikhlasan dan rela berkorban

2. Syarat hewan qurban

  • Jenis hewan qurban yang diperbolehkan antara lain adalah unta, sapi, kambing dan domba.
  • Status kepemilikan hewan adalah yang diperoleh dengan akad yang halal dan bukan hewan hasil curian.
  • Kondisi fisik dan kesehatan hewan qurban harus bagus dan tidak cacat. Ada 4 hal yang menyebabkan hewan qurban tidak sah untuk disembelih, yaitu matanya buta, hewan sakit, hewan pincang dan hewannya kurus sehingga tidak memiliki sum-sum tulang.

3. Aqiqah

Aqiqah adalah menyembelihan hewan yang dilakukan pada hari ketujuh kelahiran anak. Hukumnya adalah sunnah dan dikerjakan bagi yang mampu saja. Namun, apabila Anda bernadzar maka hukum melaksanakan aqiqah menjadi wajib.

4. Pelaksanaan aqiqah

Qurban dan aqiqah pelaksanaanya hampir sama. Namun, yang berbeda adalah aqiqah disembelih untuk bayi yang baru lahir sebagai wujud rasa syukur kepada Allah. Pelaksanaanya di hari ke tujuh kelahiran anak. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam hadist riwayat Tirmidzi.

Perbedaan lainnya adalah untuk aqiqah, daging dibagikan setelah dimasak. Lain halnya jika qurban, daging dibagikan dalam kondisi mentah. Daging tersebut disedekahkan kepada fakir miskin.

5. Jenis hewan yang disembelih

Hewan qurban dapat berupa kambing, sapi atau onta. Sedangkan untuk hewan aqiqah adalah menggunakan kambing. Apabila bayi perempuan, Anda harus menyembelih 1 ekor kambing. Apabila bayi laki-laki, maka Anda harus menyembelih 2 ekor kambing (HR. Tirmidzi).

 

;