Yayasan Raudlatul Makfufin

Sholat Idhul Adha

Hari raya Idhul Adha adalah 1 dari 2 hari besar umat Islam yang penuh dengan keberkahan dan pahala. Pada hari tersebut, umat Islam yang sedang melakukan ibadah haji di Mekkah telah selesai menjalankan wukuf di padang Arafah. Sementara itu, umat Muslim juga diwajibkan untuk menyembelih hewan kurban. Pada hari raya ini, umat Islam di pagi hari juga bisa meraih pahala dengan sholat Idhul Adha.

Hukum dan Ketentuan Menjalankan Sholat Idhul Adha

Sama seperti saat Idhul Fitri, pada hari raya ke-2 umat Muslim ini, kita juga dianjurkan untuk menjalankan salah satu ibadah yang punya banyak keutamaan dan juga pahala yaitu sholat Ied. Sholat ini punya hukum dan ketentuan yang berbeda dengan sholat wajib ataupun sholat sunnah lainnya.

1. Hukum

Jumhur ulama menyatakan bahwa hukum sholat ini adalah sunnah muakkadah artinya sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan terdapat riwayat dari HR. Bukhari dan Muslim yang mengisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkan seluruh umat Muslim di Madinah menjalankan sholat ini, termasuk para wanita, budak perempuan, hingga wanita yang sedang haid pun harus hadir.

2. Tempat Sholat

Menurut HR. Bukhari dan Muslim diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW di setiap hari raya Idhul Fitri dan Idhul Adha selalu menuju ke tanah lapang untuk menjalankan sholat. Hadits ini menjadi dasar bagi Imam Nawawi berpandangan bahwa sholat ied di tanah lapang lebih utama dibandingkan di masjid, kecuali bagi penduduk Makkah yang mengerjakan di Masjidil Haram.

3. Sunnah Sholat

Sebelum berangkat hingga hendak pulang dari sholat Idhul Adha ini, ada beberapa sunnah yang bisa dijalankan oleh umat Muslim yaitu:

  • Mandi sebelum berangkat sholat Ied.
  • Memakai pakaian terbaik, bersih, dan berhias dengan rapi dan indah.
  • Menggunakan wewangian atau parfum khusus untuk kaum pria Muslim.
  • Mengajak semua anggota keluarganya termasuk anak-anak.
  • Bertakbir ketika dalam perjalanan menuju ke tempat sholat.
  • Umat Muslim dianjurkan untuk pergi dengan berjalan kaki.
  • Melalui jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang sholat Ied agar ada lebih banyak bagian bumi yang menjadi saksi amalan yang kita lakukan dan bisa bersilaturrahi dengan lebih banyak umat Muslim lainnya.

 

;