Yayasan Raudlatul Makfufin

Sholawat Badar

Hampir semua masyarakat Muslim di Indonesia mengenali sholawat badar, meskipun kadang tidak tahu nama sholawat ini, namun jika syairnya dilantunkan pasti akan banyak umat Muslim yang bisa mengikutinya. Lalu, bagaimana sholawat ini bisa sangat terkenal? Siapa penciptanya? Dan apa pula arti sebenarnya dari sholawat ini?

Mengenal Lebih Dekat Sholawat Badar

Lirik pujian sholawat ini begitu lekat di telinga umat Muslim Indonesia. Di setiap kajian agama Islam, sholawat ini selalu digaungkan bersama. Pujian kepada Nabi Muhammad SAW dan Alloh SWT ini begitu indah, mengalun merdu, dan juga membuat pelantunnya lebih dekat dengan Tuhannya.

1. Asal Usul Sholawat

Sholawat ini ternyata merupaka karya seorang ulama besar Indonesia yaitu Kyai Ali Manshur yang merupakan salah satu tokoh NU. Sholawat ini sendiri diciptakan pada tahun 1960 ketika Kyai Ali Manshur sedang tinggal di Banyuwangi setelah masa jabatannya sebagai anggota Konstituante mewakili Partai NU selesai.

Sejarah terciptanya sholawat inipun penuh dengan keunikannya sendiri. Sebelum memutuskan untuk menulis lirik sholawat ini, Kyai Ali Manshur mengaku didatangi oleh sosok-sosok berjubah putih yang mengaku sebagai korban perang Badar. Perang ini sendiri terjadi pada tahun 624M di Kota Badar, dimana kaum Muslim berperang melawan musuhnya kaum kafir Quraisy.

Sholawat yang dikarang oleh Kyai Ali Manshur ini kemudian disahkan sebagai Mars Nahdlatul Ulama (NU) pada saat Muktamar ke-28 di Krapyak Yogyakarta. Bahkan pada saat Muktamar ke-30, Gus Dur kembali menegaskan pengukuhan sholawat ini sebagai mars NU dan menjelaskan siapa pencipta aslinya agar tak diakui sebagai karya bangsa asing.

2. Lirik Sholawat

Sholawat Badar mengandung lirik yang sangat menyentuh demi menunjukkan rasa cinta kepada Alloh SWT dan menghormati serta mengagumi semua korban perang Badar. Liriknya yang sangat populer sebagai berikut:

Shalatullaah salaamullah ‘Alaa Thaaha Rasulillaah

(Rahmad dan keselamatan Alloh semoga tetap untuk Nabi Muhammad utusan Alloh)

Shalatullaah salamullaah ‘Alaa Yaa Siin habiibillaah

(Rahmad dan keselamatan Alloh semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Alloh)

Tawassalnaa Bibismillaah Wabil Haadi Rasulillaah

(Kami berwasilah dengan berkat basmallah dan dengan Nabi yang menunaikan lagi utusan Alloh)

Wakulli Mujaahidin Lillah bi ahlil badri yaa Alloh

(Dan seluruh orang yang berjuang karena Alloh, karena berkahnya ahli badar ya Alloh)

 

;