Doa Bacaan Sholat

Bagi seorang Muslim, sholat merupakan tiang agama. Ibadah sholat adalah jenis ibadah yang akan dihisab pertama pada hari kiamat. Bahkan sholat juga bisa mempengaruhi diterima atau tidaknya ibadah yang lain. Jika seseorang sholatnya baik, ia akan masuk golongan orang yang beruntung. Jika sholatnya tidak baik, ia akan masuk ke golongan orang yang merugi dan celaka.

Mengingat betapa penting posisi sholat dalam rukun Islam, maka Anda harus memperhatikan syarat sah, syarat wajib, dan rukun sholat yang benar agar ibadah Anda diterima oleh Allah SWT. Berikut ini adalah doa bacaan sholat yang kami sadur dari berbagai sumber yang terpercaya untuk membantu Anda melaksanakan sholat sesuai tuntunan Rasullullah SAW.

Doa bacaan sholat

1. Niat

Bacaan niat dilakukan sebelum melakukan sholat. Bacaan niat yang dilakukan berdasarkan jenis sholat yang akan dilakukan. Bacaan niat hampir sama untuk semua jenis sholat perbedaanya terletak pada jenis sholat, jumlah rakaat, dan posisi Anda dalam sholat apakah sebagai makmum, imam, maupun munfarid. Berikut ini adalah contoh bacaan niat sholat subuh:

أصلي فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى

Artinya: “Saya berniat sholat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”

2. Doa iftitah

Doa iftitah dilantunkan pada rakaat pertama setelah Anda melakukan takbir, bacaannya adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Artinya: “Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana engkaujauh kan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Bacaan Al-Fatihah dan surat pendek

Rasulullah bersabda bahwa tidak ada sholat bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaab (HR. Al Bukhari). Mayoritas ulama yaitu Imam Syafi’i, Malik, dan Ahmad ibn Hanbal juga berpendapat bahwa membaca Al-Fatihah adalah salah satu syarat sah sholat. Jika seseorang meninggalkannya padahal ia mampu membaca, maka sholatnya tidak sah.

Dalam HR. Ibnu Wajah, Jabir r.a berkata bahwa kami biasa membaca Al Qur’an dalam sholat zuhur dan ashar di belakang imam di dua rakaat pertama bersama dengan Al Fatihah, dan di dua rakaat terakhir membaca Al Fatihah saja. Hal ini menjelaskan bahwa surat pendek dibaca setelah Al Fatihah pada rakaat pertama dan kedua saja, untuk rakaat berikutnya hanya membaca Al Fatihah.

4. Rukuk

Bacaan ini diulang tiga kali

سبحان ربي العظيم وبحمده

Artinya: “Maha suci Tuhan Yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.”

5. Itidal

ربنا لك اللحمد ملء السموات وملء الأرض وملء ما شئت من شيء بعد

Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki sesudah itu.”

6. Sujud

Bacaan ini diulang tiga kali

سبحان ربي الأعلى وبحمده

Artinya: “Maha Suci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya.”

7. Doa bacaan sholat saat duduk di antara dua sujud

رب اغفررلي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واههدني وعافني واعف عني

Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

8. Bacaan tahiyat awal

الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ

Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad.”

9. Bacaan tahiyat akhir

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia.”

 

;