Doa Kafaratul Majelis

Manusia sebagai makhluk sosial pasti akan selalu berkaitan dengan aktivitas berkumpul, baik untuk melepas rindu atau membahas pekerjaan dan hal lainnya. Dalam perbincangan yang terjadi, mungkin ada obrolan yang menyinggung satu atau beberapa pihak yang ada. Karenanya, Rasulullah mengingatkan umatnya agar membaca doa kafaratul majelis setelah majelis tersebut selesai.

Doa tersebut dibaca ketika akan berdiri dari suatu majelis atau saat akan berpisah dari suatu majelis. Sangat dianjurkan untuk dilafalkan sebagai penambal kesalahan berupa kata-kata yang sia-sia. Karena sungguh akan merugi jika suatu majelis yang membicarakan tentang akhirat ataupun hal dunia di dalamnya tidak terdapat dzikir pada Allah SWT.

Dalam hadits disebutkan,

عَنْ أَبِى بَرْزَةَ الأَسْلَمِىِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ بِأَخَرَةٍ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ مِنَ الْمَجْلِسِ « سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ». فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ لَتَقُولُ قَوْلاً مَا كُنْتَ تَقُولُهُ فِيمَا مَضَى. قَالَ « كَفَّارَةٌ لِمَا يَكُونُ فِى الْمَجْلِسِ

Dari Abu Barzah Al-Aslami, ia berkata bahwa Rasulullah SAW berkata di akhir majelis jika beliau hendak berdiri meninggalkan majelis,

Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik

Artinya: Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu.

Kandungan Doa Kafaratul Masjid

  1. Mensucikan dan memuji Allah SWT atas segala perbuatan-Nya
  2. Menetapkan uluhiyah hanya kepada Allah semata dan tiada sekutu bagi Allah SWT. Ini merupakan kesempurnaan dari ibadah kepada Allah SWT.
  3. Barang siapa melafalkan doa kafaratul majelis, akan dihapuskan kesalahan-kesalahannya dalam majelis.
  4. Syariat Islam tidak datang sekaligus, akan tetapi diturunkan sesuai dengan keadaan.
  5. Mohonlah pertolongan hanya kepada Alaah SWT, karena sesungguhnya hanya Allah yang member taufik dan hidayah.
  6. Tidak ada yang dapat mengantarkan kita ke surge selain ketaatan.
  7. Sabar, yakin, dan iman yang benar hanya cara yang bisa dilakukan oleh seorang hamba terhadap musibah yang menimpanya.
  8. Barang siapa yang disibukkan dengan duniawi, maka akan tertanam kecintaan terhadap dunia di hatinya, sampai melupakan akhirat karena terlalu semangat mencarinya.
  9. Seorang hamba akan diuji oleh-Nya apabila berpaling dari agamanya sampai pada akhirnya musuh menguasainya. Hanya orang-orang beriman yang mampu mengatasinya dengan amal dan doanya.
  10. Musibah yang paling besar bagi seorang hamba adalah musibah yang menimpa agamanya.

Jadikanlah istighfar dan doa kafaratul majelis sebagai penutup majelis yang Anda ikuti. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi dalam setiap waktu. Karena doa ini dapat menghapus kesalahan yang dilakukan saat berada di majelis.

;