Perbedaan Fiqih dan Ushul Fiqih

Fiqih memiliki beberapa arti dan pemahamannya sendiri, saat ini juga semakin banyak yang salah mengartikan arti dari fiqih dan beberapa perbedaan yang dimilikinya. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa fiqih sendiri memiliki perbedaan dengan ushul fiqih. Berikut ini adalah penjelasan singkat, mengenai perbedaan fiqih dan ushul fiqih agar dapat dipahami dengan jelas arti dan maknanya.

Perbedaan Fiqih dan Ushul Fiqih:

1. Pengertian Fiqih

Fiqih sendiri memiliki beberapa arti, untuk secara etimologi fiqih sendiri dapat diartikan sebagai sebuah pengetahuan atau pemahaman yang mana sangat mendalam. Pengetahuan ini juga merupakan suatu tujuan atau ucapan dan juga perbuatan. Berbeda dengan etimologi, secara terminology, fiqih sendiri adalah ilmu yang menerangkan tentang hukum-hukum syara agar lebih jelas.

Hukum syara ini tentunya yang akan di amali dan juga diambil dari banyaknya dalil secara rinci. Fiqih juga dapat diartikan menurut istilah yang mana memiliki dua arti. Pengertian pertama dari fiqih yang mengandung istilah adalah dimana sebuah pengetahuan tentang hukum-hukum syariat, akan berkaitan dengan segala perbuatan dan juga perkataan mukallaf.

Pengertian menurut istilah kedua yaitu dimana merupakan hukum-hukum, dari syariat itu sendiri. Perbedaan yang ada dalam dua pengertian tersebut adalah, dimana definisi pertama digunakan untuk mengetahui hukum-hukum seperti sunah, haram, makruh dan lainnya. Sedangkan di definisi kedua dijelaskan bagaimana hukum syariat itu sendiri agar semakin dimengerti banyak orang.

2. Pengertian Ushul Fiqih

Perbedaan fiqih dan ushul fiqih memang tidak jauh berbeda, dalam hal ini pengertian ushul fiqih sendiri adalah bagaiman kaidah-kaidah yang digunakan sebagai suatu alat untuk dapat meluruskan hukum-hukum syara dan juga dalilnya. Jika perbedaan fiqih dan juga ushul fiqih lainnya yaitu bagaimana ushul fiqih, merupakan rumusan hukum yang mencakup dalam bagian-bagiannya.

Secara etimologi, perbedaan fiqih dan usyhul fiqih adalah dimana ushul fiqih memiliki pengertian secara etimologi yang merupakan sebuah kadiah pemahaman. Ilmu ini juga mempelajari bagaimana dasar, sebuah kaidah dan juga metode yang digunakan untuk dapat mengistimbatkan sebuah hukum syara. Hal ini yang harus diketahui dalam sebuah perbedaan fiqih dan ushul fiqih sendiri.

 

Mempelajari Ilmu Fiqih

Bagi umat Islam, mempelajari ilmu fiqih sangatlah penting. Fiqih merupakan ilmu yang membahas mengenai aturan yang ada dalam agama Islam. Tentu saja mempelajari ilmunya tidak mudah, akan ada rintangan yang menghalagi seperti misalnya rasa malas. Akan tetapi Rasulullah shollallahu ‘alaihi  perah bersabda:

من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة. رواه مسلم

Artinya:

“Barang siapa yang menempuh jalan guna menimba ilmu, niscaya Allah akan mudahkan baginya, berkat amalan ini jalan menuju ke surga.” (HSR. Muslim)

Mempelajari fiqih sangatlah penting bagi kehidupan umat Islam. Apabila anda hanya berpegang teguh pada Al-Quran dan hadist akan tetapi tidak memahami fiqih maka akan terjadi kesalahan dalam mengartikan ayat yang ada pada Al-Quran dan hadist. Ditambah lagi, banyak ayat di Al-Quran yang memiliki makna yang multi tafsir.

Definisi Fiqih

Mungkin sebagian dari anda ada yang belum familiar dengan istilah fiqih. Menurut definisinya, fiqih merupakan ilmu yang mempelajari syariat Islam dimana syariat tersebut terbagi dalam beberapa aspek kehidupan. Diantaranya adalah kehidupan kepada Tuhan, pribadi, dan bermasyarakat. Didalamnya pun terdapat berbagai madzhab yang berbeda akan tetapi dengan tujuan yang sama.

Tata Cara Mempelajari Ilmu Fiqih

Ada beberapa poin penting yang perlu anda ketahui  dalam mempelajari ilmu ini. Berikut akan dijabarkan secara singkat dan jelas mengenai poin-poin dalam mempelajarinya.

  1. Sumber Hukum Islam

Sumber terbagi menjadi dua bagian yaitu sumber primer dan sekunder. AlQuran, sunnah, ucapan dan tindakan Nabi Muhammad SAW merupakan sumber primer. Sementara sumber sekunder adalah kesepakatan para ulama.

  1. Hal yang Melingkupi Ilmu Fiqih

Ilmu ini sangatlah luas. Semua aspek yang ada pada kehidupan memiliki hukum nya tersendiri. Dengan kata lain, hukum ini sengaja di buat oleh Allah SWT supaya manusia dapat menjalankan kehidupannya dengan maksimal.

  1. Hal yang Dipelajari

Hukum islam bagaikan sebuah rumah, ada hukum pondasi, hukum bagian bangunannya, dan hukum bagian atap. Shalat, Puasa, dan Zakat merupakan pondasi utama. Sementara bagian bangunan terdapat ilmu seperti muamalat, kuliner, pernikahan, Kedokteran, dan lain-lain. Sementara hukum atap adalah Jihad, Negara, dan Jinayat.

Mempelajari ilmu fiqih sangatlah penting karena hal tersebut  merupakan dasar-dasar dalam menjadi seorang Muslim yang baik. Mungkin sebagian orang masih belum memahami betul mengenai bahasa arab, hadis, dan tafsir Al-Quran dan semua hal itu merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, beda hal nya dengan tidak menguasai fiqih.

 

;