Kriteria Hadist Shahih

Orang yang dapat menilai keshahihan sebuah hadist hanyalah orang yang memang memiliki ilmu yang dalam mengenai hadist. Ketika anda merasa ilmu yang anda miliki tidak cukup dalam untuk mengetahui apakah itu merupakan hadist shahih, maka ada baiknya anda merujuk kepada ahlinya untuk mengetahui keabsahan suatu hadist.

Kriteria dalam Menentukan Hadist yang Shahih

Namun, sebagai tambahan ilmu anda juga perlu mengetahui seperti apa kriteria hadist yang shahih. Jangan sampai termakan ocehan orang lain yang belum tentu benar. Apalagi di zaman yang sudah canggih ini, hoax mudah sekali tersebar kemana-mana. Berikut adalah beberapa kriteria hadist yang shahih:

  1. Keharmonisan Sanad
    Sanad atau kata lainnya adalah ittishahul sanad bermakna bahwa setiap masing-masing perawi harus cocok satu sama lain. Dengan cara mencocokkan sejarah kehidupan perawi dengan apa yang tertulis di hadist tersebut. Hal yang bisa dibuktikan adalah  tahun lahir, biografi murid dan gurunya, tahun wafat, serta rekaman perjalanannya.
  1. Perawi yang Adil
    Setelah melakukan langkah yang pertama yaitu membuktikan backgroun perawi, anda juga perlu tau opini para ulama terhadap perawi yang bersangkutan. Apabila perawi tersebut dulunya orang yang tidak bermoral maka hadist tersebut dapat dikategorikan sebagai hadist yang berkualitas rendah.
  1. Perawi Memiliki Hafalan yang Kuat
    Apabila satu hadist berkaitan dengan perawi yang dulunya memiliki hafalan yang baik, maka kemungkinan besar hadist tersebut  dikatakan hadist shahih. Sebaliknya, apabila perawi yang berkaitan dulunya memiliki hafalannya yang kurang bagus maka hadist tersebut dapat dikatakan hasan atau bahkan dhaif.
  1. Tidak Memiliki Syadz
    Syadz adalah perawi yang bertentangan dengan rawi yang lebih tsiqah. Apabila terdapat dua hadist dan saling berbeda maknanya, maka yang paling shahih adalah hadist dengan perawi yang hafalannya lebih kuat. Dengan kata lain untuk memastikan keshahihan hadits perlu juga di buktikan dengan hadist lain.
  1. Tidak Ada ‘illah
    Sebuah kesalahan, baik kecil ataupun besar yang ada pada sebuah hadist adalah illah. Sebagai contoh, terdapat satu hadist yang terlihat sempurna akan tetapi setelah  dipelajari lebih lanjut terdapat beberapa kecatatan. Maka dapat dikatakan bahwa itu bukanlah hadist shahih.

 

 

;