Persaudaraan

Agama Islam sangat menekankan mengenai hal persaudaraan dan persatuan. Bahkan Islam itu sendiri juga datang untuk mempersatukan pemeluk-pemeluknya, bukan untuk memecah belah. Ada hadits persaudaraan yang bisa Anda ketahui dan pelajari untuk menambah ilmu mengenai agama.

Persaudaraan atau Ukhuwah Islamiyah merupakan dambaan bagi setiap umat Muslim. Namun terkadang, pengertian ukhuwah sudah menjadi kabur dan hanya merupakan istilah global yang sering diucapkan tanpa makna.

Beberapa Hadits Persaudaraan

1. Keutamaan Silaturahmi

Ada beberapa hadits persaudaraan yang menjelaskan mengenai keutamaan silaturahmi. Lalu ditambahkan dengan pemahaman yang selama ini banyak keliru mengenai makna dari silaturahmi. Karena banyak yang salah kaprah, akhirnya jadi salam paham dengan hadits yang menyatakan bahwa silaturahmi akan memperpanjang umur.

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab,

تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ

Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5983)
Abdullah bin ’Amr berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari no. 5991)

Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ

Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)

Memang sering terjadi salah kaprah di tengah-tengah masyarakat sebagaimana yang dimaksudkan dalam hadits yang terdapat di atas. Yang tepat yaitu, menjalin tali silaturahmi adalah istilah khusus untuk berkunjung kepada orang tua, saudara, atau kerabat. Jadi bukan istilah umum untuk mengunjungi orang sholeh, teman, atau tetangga.

 

2. Bersahabat Karena Allah

Persahabatan yang dilandaskan oleh rasa saling cinta karena Allah itulah yang akan mendapatkan manisnya iman, jangan sekali-kali persahabatan tersebut hanya dijadikan untuk mendapatkan kepentingan dunia semata.

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Ada tiga perkara yang apabila seseorang memilikinya akan mendapatkan manisnya iman, yaitu Allah dan Rosul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, dia mencintai seseorang tidaklah dia mencintainya kecuali karena Allah, dan dia tidak suka kembali kepada kekufuran setelah Allah membebaskan darinya sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam api.” (HR. Bukhari)

 

3. Bantulah Sahabat yang Berada dalam Kesulitan

Salah satu contoh persaudaraan dalam Islam yang membutuhkan bantuan, maka umat Islam segera berbondong-bondong membantunya. Untuk itu penting untuk dapat menjaga dan memelihara hubungan persaudaraan, silaturahmi, dan persahabatan di antara sesama umat manusia yang beragama Islam.

Jika ada saudara kita yang membutuhkan bantuan pinjaman uang. Maka beruahalan untuk menolongnya dengan memberi bantuan pinjaman hutang kepadanya. Karena pemberian hutang yang pertama kali merupakan kebaikan. Sedangkan pemberian hutang yang kedua kalinya adalah sedekah.

Sebagaimana dalam hadits riwayat Ibnu Majah, Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Barangsiapa yang memberi hutang kepada saudaranya kedua kalinya, maka dia seperti bersedekah padanya.

 

4. Jagalah Kehormatan Sahabatmu

Wahai saudaraku, jagalah kehormatan sahabatmu, karena Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda pada khutbah ketika haji Wada’ yang artinya,”Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah haram.” (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya).

Di antara bentuk dari menjaga kehormatan saudara adalah menjaga rahasianya yang khusus diceritakan hanya pada kita. Rahasia tersebut merupakan amanah dan kita diperintahkan oleh Allah agar selalu dapat menjaga amanah.

 

;