Konsep Dan Kedudukan Ijtihad Dalam Hukum Islam

Kedudukan ijtihad menjadi hal penting dalam penegakan hukum yang dilakukan secara masif, dan dengan tindak pidana yang beraneka macam. Ketika hukum ini berhenti tanpa adanya ijtihad, maka akan sangat menyulitkan tindak pidana dalam membongkar tindak kejahatan yang terjadi. Saat ini,  ada seiring perkembangan jaman tindak pidana pun bisa dilakukan secara online atau digital.

Banyak beredar tindak pidana kejahatan yang sangat berbahaya melalui digital. Yang menjadi sorotan ialah tindak pidana digital ini belum diperkuat secara undang-undang. Sehingga haruslah dilakukan ijtihad dalam bahasa islam nya. Namun secara bahasa hukum nya, ialah menemukan dan merumuskan penyelesaian masalah baru dengan solusi yang berkeadilan.

Kedudukan Ijtihad Bagi Hukum Islam Dan Hukum Negara

  1. Hukum Islam
    Hukum islam senantiasa tidak asing dengan yang dinamakan ijtihad, karena hal ini sering dilakukan oleh orang muslim dalam menemukan dan merumuskan sebuah penyelesaian masalah baru, yang sebelumnya belum pernah terjadi. Misalkan kejahatan pencurian pada era lama pastilah akan ditindak lanjuti dengan potong tangan.

    Sedangkan saat ini, tindak pidana pencurian menggunakan dunia digital bisa dari jarak jauh. Sehingga hal ini akan memungkikan munculnya penyelesaian masalah baru. Bisa kita ketahui jika saat ini digital sangatlah sulit untuk diketahui secara detail. Oleh karena itu, dengan adanya ijtihad ini memang sangatlah memberikan solusi bagi penegakan hukum islam masa kini.

 

  1. Hukum Negara
    Secara hukum kenegaraan, kedudukan ijtihad ini sama halnya dengan penyelesaian masalah baru yang telah dirumuskan dan dikaji sedemikian rupa. Sehingga tidak merugikan salah satu pihak dan berkeadilan. Kejahatan yang dilakukan saat ini sangatlah variatif dan beraneka macam. Dan dalam penyelesaiannya pun haruslah dilakukan dengan dikombinasikan.

    Maksudnya dikombinasikan ini ialah saat ini sedang maraknya tindak kejahatan secara digital. Begitupun dengan hukum islam yang senantiasa menggunakan ijtihad ini sebagai solusi. Dan hukum negara ini pun juga akan mencari solusi dari satu masalah dengan melihat solusi penyelesaian yang lain, sehingga akan mendapatkan solusi terbaru yang bisa digunakan.

;