Mengenal Ghibah dan Larangan Berghibah

 Mendengar kata ghibah mungkin bukan lagi menjadi hal yang asing di telinga anda. ghibah sendiri merupakan salah satu perbuatan buruk yang tentu saja sangat dilarang dalam Islam. Adapun hadits ghibah yang isinya melarang seseorang untuk berghibah ada banyak sekali. Dengan mempelajari hadits-hadits dan dasar larangan berghibah maka anda akan semakin tahu akan hukum dan larangan berbuat ghibah.

Menghindari ghibah dalam lingkup kehidupan bermasyarakat bukan merupakan hal yang mudah. namun bagi umat Islam yang memegang teguh prinsipnya, menghindari perbuatan ghibah bukanlah yang sulit dilakukan. salah satu cara mudah untuk bisa menghindari ghibah adalah dengan mengenal hukum dasar dalam dalil dan hadits ghibah serta larangan dalam melakukan ghibah itu sendiri.

Hadits Ghibah dan Cara Menghindari Ghibah

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “’Tahukah kalian apa itu ghibah?’ Lalu sahabat berkata: ‘Allah dan rasulNya yang lebih tahu’. Rasulullah bersabda: ‘Engkau menyebut saudaramu tentang apa yang dia benci’. Beliau ditanya: ‘Bagaimana pendapatmu jika apa yang aku katakan benar tentang saudaraku?’ Rasulullah bersabda: ‘jika engkau menyebutkan tentang kebenaran saudaramu maka sungguh engkau telah ghibah tentang saudaramu dan jika yang engkau katakan yang sebaliknya maka engkau telah menyebutkan kedustaan tentang saudaramu.’” (HR. Muslim no. 2589)

Bunyi hadits ghibah di atas bisa menjadi sandaran bagi manusia agar menghindari yang namanya ghibah atau menggunjing orang lain. Hal ini tidak hanya akan menimbulkan dosa, akan tetapi juga tidak memiliki manfaat apapun untuk kehidupan. Yang ada hanya membuang-buang waktu membicarakan keburukan atau kebenaran hidup orang lain. Di bawah ini beberapa langkah menghindari ghibah, diantaranya:

  1. Introspeksi dari aib yang anda miliki sendiri. Setiap orang di dunia ini sudah pasti memiliki kekurangan dan memiliki aib yang akan menjadi hal memalukan jika diketahui orang lain. Setiap kali diri anda ingin membicarakan orang lain maka senantiasa ingatlah bahwa diri anda juga tidak jauh memiliki kekurangan dan aib yang juga harus ditutupi. Hal ini bisa menjadi pengontrol diri agar tidak mudah membicarakan aib orang lain.
  2. Percaya dan senantiasa ingat bahwa ada Malaikat yang akan selalu mencatat segala amal perbuatan yang anda lakukan. Tidak terkecuali untuk perbuatan ghibah dan perkataan anda yang tidak akan luput dari pengawasan Allah dan pencatatan amal oleh Malaikat.
  3. Rendah hati dan diri. Rendah diri yang dimaksudkan di sini adalah bersikap dan menyadari bahwa diri anda tidak lebih baik dari orang lain. Selalu merasa benar dalam hidup bisa menjadi factor mudahnya berghibah. Sebaliknya, merasa diri anda lebih buruk dan lebih rendah dari orang lain akan menjadi pengontrol diri untuk tidak membicarakan keburukan orang tersebut.

 

;