Memahami Hukum Taklifi

Definisi hukum Taklifi adalah firman dari Allah SWT. yang menuntut umat manusia untuk meninggalkan sesuatu dan dituntut untuk memilih antara meninggalkan atau melakukannya. Secara Bahasa taklifi adalah sebuah beban. Sedangkan secara istilah Taklifi merupakan hukum yang menuntut sesuatu pekerjaan tertentu. Terdapat macam-macam hukum taklifi yang dapat dipelajari satu persatu.

Macam-macam Hukum Taklifi

Terdapat lima macam hukum taklifi, yakni Ijab, Nabd, Tahrim, Karahah, dan Ibahah. Berikut adalah macam-macam hukum taklifi yang anda dapat pahami:

1. Ijab

Hukum Taklifi yang pertama ini adalah Ijab yang bisa diartikan sebagai hukum yang wajib. Ijab adalah sebuah ayat atau hadits yang memiliki perintah mewajibkan umat untuk melakukan sesuatu. Contohnya seperti umat islam diwajibkan untuk melakukan shalat 5 waktu dalam sehari. Ijab akan mendapatkan pahala jika dilakukan, dan pastinya mendapat dosa apabila ditinggalkan.

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.(An-Nur, Ayat 56)

 

2. Nabd

Nabd merupakan sebuah perintah untuk melakukan perbuatan yang tidak memaksa atau tidak harus dilakukan. Nabd juga bisa dengan Sunnah, yang apabila dilakukan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. Nabd juga bisa dimaknai dengan sebuah anjuran yang dapat dilakukan namun bila ditinggalakan tidak mendapatkan sanksi.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. (Al-Baqara,: Ayat 282). 

 

3. Tahrim

Tahrim ialah lawan dari Nabd, yang dapat diartikan sebagai larangan atau sebuah ayat atau hadits yang melarang untuk tidak melakukan sesuatu. Jika melakukan akan mendapatkan dosa dan apabila anda meninggalkannya akan mendapatkan pahala(Haram).

وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ…

…Jangan kamu membunuh & jiwa yang telah diharamkan Allah…(Al-An’am, Ayat 151)

 

4. Karahah

Karahah adalah sebuah tuntutan untuk meninggalkan perbuatan tertentu, tetapi tidak dengan sifat memaksa. Sesuatu yang dianjurkan untuk meninggalkan sesuatu, tetapi apabila mengerjakan yang dituntut untuk meninggalkan tidak akan mendapatkan dosa atau bisa disebut makruh. Seperti Sabda Rasulullah Muhammad SAW riwayat Abu Daud:

” Perbuatan halal yang paling dibenci Allah adalah thalaq (cerai).” (HR. Abu Daud)

 

5. Ibahah

Ibahah merupakan suatu ayat atau hadits yang memiliki perintah untuk memilih antara melakukan atau untuk ditinggalkan. Salah satu macam-macam Hukum taklifi yang ini bisa disebut dengan mubah, apabila dilakukan dan ditinggalkan tidak akan mendapat pahala ataupun dosa.

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung(Al-Jumu’ah, Ayat 62)

 

;