Mendidik Anak Berdasarkan Hadist

Menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak merupakan kewajiban orangtua. Dalam sebuah hadist yang menyebutkan bahwa salah satu hal yang mengangkat derajat seseorang adalah doa yang dipanjatkan oleh anaknya. Ibaratnya adalah anda menanam biji apel kemudian anda merawatnya dengan baik dan nantinya anda juga lah yang akan menikmati hasilnya.

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ فَيَقُولُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Sesunguhnya Allah ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surge. Kemudian dia akan berkata, “Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku? Maka Allah menjawab, “Hal itu dikarenakan do’a yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.” (HR. Ahmad: 10618. Hasan).

Cara-Cara Mendidik Anak

Anak merupakan sebuah karunia dari yang maha kuasa. Sudah merupakan kewajiban orang tua untuk menjaga titipan Allah SWT dengan cara merawat dan mendidiknya dengan baik. Dalam hal mendidik anak, anda sebagai orang tua tidak boleh asal-asalan. Nabi Muhammad SAW sudah sepatutnya kita jadikan panutan dalam hal mendidik anak. Berikut cara mendidik anak:

  1. Mengajarkan Tata Cara Sholat

Ada banyak sekali hadist yang menjelaskan tentang kiat kiat mendidik anak. Sebelum memahaminya, anda harus tau cara yang tepat untuk mendidik anak. Pertama, anda dapat mengajarkan anak anda mengenai tata cara sholat. Sholat merupakan cara untuk berkomunikasi dengan Nya. Untuk itulah  mempelajari dan mengenalkan tata cara sholat kepada anak merupakan satu hal yang penting. Salah satu perkataan Nabi Muhammad SAW yang dapat dijadikan landasan ialah:

مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع سنين واضربوهم عليها وهم أبناء عشر وفرقوا بينهم في المضاجع

Perintahkanlah anak-anak kalian untuk sholat ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berumur sepuluh tahun_dan pisahkanlah tempat tidur diantara mereka.(Diriwayatkan oleh lbnu Abi Syaibah (1/13712). Abu Dawud (495, 496), Ad-Daruquthni (1/230/2). Al-Hakim(1/197), Al-Baihaqi (7/64 ), Ahmad (2/187): dan lbnu Amru. Hadits ini Hasan menu rut Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’ (247).)

  1. Menanamkan Ilmu Tauhid

Selain dengan mengenalkan langkah-langkah sholat, anda sebaiknya mengajari anak untuk berusaha menguatkan iman. Sebaik baiknya manusia adalah yang beriman. Dengan iman, anak akan memiliki karakter yang kuat dan baik. Cara untuk menguatkan iman adalah dengan mengajarkan dan mengenalkan anak tentang ilmu tauhid. Salah satu hadist Nabi Muhammad SAW berbunyi:

Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”.

 Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas)

  1. Tidak Mengekang

Mengajarkan ilmu kepada anak adalah cara yang baik untuk membentuk karakter anak. Akan tetapi ada baiknya anda sebagai orang tua untuk tidak terlalu mengekang anak dalam bermain. Dalam bermain pun anak juga dapat belajar, karena belajar tidak hanya di sekolah saja. Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah berkata:

“Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Ketika Rasululah shallallahu ‘alaihi wa salam masuk dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan mainan padaku satu demi satu lantas mereka pun bermain bersamaku.” (HR. Bukhari).

  1. Membina dengan Lemah Lembut

Tentu saja dalam membina anak akan ada berbagai macam rintangan. Untuk itu diperlukan kesabaran dalam menjalaninya. Jangan sampai anda memperlihatkan emosi yang berlebihan kepada anak. Hal itu dapat merusak kondisi psikis anak dan juga akan memunculkan karakter yang kurang baik pada anak.

 

;