Perbedaan Arti Fiqih dan Syariah

Dalam agama Islam terdapat dua istilah yaitu fiqih dan syariah yang tidak bisa terpisahkan namun memiliki definisi atau makna yang berbeda. Fiqih dan  Syariah memiliki arti berbeda menurut pengertian secara Bahasa atau istilah. Pada pembahasan kali ini hendaknya anda memperhatikan dengan teliti dan bisa memahami makna dari perbedaan fiqih Syariah tersebut.

Definisi Fiqih

1. Secara Bahasa

Makna fiqih secara bahasa memiliki dua arti sekaligus. Arti fiqih secara Bahasa yang pertama adalah sekedar mengerti. Sedangkan arti fiqih secara Bahasa yang kedua adalah mengerti dengan mendalam dan lebih luas. Kata fiqih yang memiliki arti sekedar mengerti sudah disebutkan dalam Al-Quran pada kisah Nabi Syu’aib.

قَالُوا يَا شُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيرًا مِمَّا تَقُولُ

“Mereka berkata: “Hai Syu’aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu (QS. Hud: 91)

2. Secara Istilah

Pada makna fiqih secara istilah, kata fiqih memiliki pengertian pengetahuan tentang hukum-hukum Syariah yang didapatkan dari sebuah dalil-dalil yang terperinci. Pada kalangan ulama tersendiri arti fiqih berbeda-beda sesuai dengan pemahaman mengenai hukum dari proses ijtihad yang dilakukan.

 

Definisi Syariah

1. Secara Bahasa

Menurut orang Arab, arti Syariah adalah jalan yang lurus atau metode. Tetapi syariat juga dapat diartikan sebagai sumber  atau sebuah aliran air untuk minum.

2. Secara Istilah

Sedangkan dalam arti istilah, Syariah merupakan semua ketentuan Allah untuk hambanya yang meliputi akidah, ibadah, akhlak ataupun tata kehidupan seseorang dalam mencapai kebahagiaan didunia dan di akhirat. Definisi Syariah dari salah satu ulama, yakni:

مَاشَرَعَهُ اللهُ لِعِبَادِهِ مِنَ الأَحْكَامِ الَّتِي جَاءَ بِهَا نَبِيٌّ مِنَ الأنْبِيَاءِ سَوَاءٌ مَا يَتَعَلَّقُ باِلاِعْتِقَادِ وَالعِبَادَاتَ وَالمُعَامَلاَتِ وَالأَخْلاَقِ وَنِظاَمِ الحَيَاةِ

Apa yang disyariatkan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya dari hukum-hukum yang telah dibawa oleh Nabi dari para nabi, baik yang terkait dengan keyakinan, ibadah muamalah, akhlak dan aturan dalam kehidupan.

Jadi  bisa disebutkan juga bahwa Syariah menjadi sebuah sumber-sumber dari fiqih itu sendiri. Apakah anda sudah menemukan perbedaan fiqih dan Syariah?

 

Perbedaan Fiqih dan Syariah

Berikut adalah perbedaan dari fiqih dan Syariah:

  1. Dalam segi ruang lingkup, perbedaan fiqih dan Syariah berbeda. Syariah memiliki ruang lingkup lebih luas dibandingkan dengan fiqih.
  2. Fiqih itu tentang apa yang dipahami oleh seseorang sedangkan Syariah itu hukum-hukum dari Allah. Hal itu dikarenakan fiqih sebagai hasil ijtihad para ulama terdahulu.
  3. Syariah lebih bersifat universal daripada fiqih.

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى

Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa. (QS. As-Syura : 13)

Semua yang diberlakukan oleh Allah SWT. untuk manusia disebut dengan Syariah, bukan disebut fiqih. Hal tersebut yang membuktikan Syariah lebih universal disbanding fiqih.

 

;