Puasa di Bulan Syawal: Manfaat dan Tata Cara

Bulan Syawal adalah bulan yang terjadi setelah bulan Ramadhan. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, kita merayakan Hari Raya Idul Fitri atau yang lebih sering disebut dengan Lebaran. Setelah dua hari merayakan lebaran, kita segera disambut oleh bulan Syawal. Dalam bulan ini, kita dianjurkan untuk berpuasa lagi selama 6 hari. Puasa di bulan Syawal hukumnya sunah muakad. Hal itu didasarkan dari salah satu hadist Rasul yang diriwayatkan oleh Muslim (HR. Muslim).

Puasa di Bulan Syawal Selama 6 Hari

Setelah menjalani sebulan penuh puasa Ramadhan, puasa di bulan Syawal menjadi penyempurna amalan kita. Puasa di bulan Syawal biasanya dimulai dari tanggal 2 bulan Syawal karena tanggal 1 adalah pelaksanaan hari raya Idul Fitri. Kebanyakan orang melakukannya di minggu pertama bulan Syawal, namun ada juga sebagian orang yang memilih melakukannya pada minggu kedua.

Hal ini dikarenakan ketika minggu pertama mereka masih sibuk mengunjungi sanak saudara dan memohon maaf lahir batin atas segala kesalahan mereka. Baru ketika mereka memiliki waktu yang longgar di minggu kedua, puasa sunnah dilaksanakan.

Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang manfaat puasa di bulan Syawal. Yaitu jika Anda berpuasa selama 6 hari di bulan ini, Anda sama saja seperti melakukan puasa selama sebulan penuh. Subhanallah.

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Puasa memang mengandung berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Banyak peneliti yang meneliti tentang pengaruh puasa terhadap kesehatan tubuh. Dan hasilnya, puasa memang sangat berpengaruh bagi kesehatan. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang keuntungan puasa.

a. Dapat membentuk badan ideal

Puasa dapat membakar kalori yang ada pada tubuh. Puasa mengharuskan seseorang untuk menahan lapar mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Dalam keadaan lapar dan tetap beraktivitas, tubuh akan perlahan-lahan mengecil karena tubuh membakar kalori yang tersedia untuk seumber tenaga.

b. Membersihkan sistem pencernaan

Puasa seharian bisa membersihkan usus. Betapa tidak, usus terpaksa dalam keadaan kosong selama seharian. Sehingga hal ini bisa memperbaiki sistem pencernaan kita. Jika sistem pencernaan berfungsi dengan normal, maka tubuh kita tidak akan mudah terserang penyakit.

 

;