Profil Singkat Pesantren Tunanetra Yarfin

Munculnya generasi muda yang berwawasan luas, amanah, dan berakhlaqul karimah merupakan dambaan kita semua, sebagai cikal bakal perjuangan kita di masa yang akan datang. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisaa: 9 yang artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. Ayat tersebut mendorong agar manusia memiliki pandangan yang jauh dalam membangun peradaban manusia yang tinggi. Hal ini direalisasikan  salah  satunya  dengan  menyiapkan  generasi  penerus yang kuat baik secara  jasmani maupun rohani, serta secara materi maupun immateri.

Pendidikan  berbasis  pesantren  telah  terbukti  menjadi  salah  satu sarana pendidikan yang berperan dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter kuat, relijius serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Sistem pendidikan tersebut tentu perlu dipertahankan, ditingkatkan serta diadopsi secara luas oleh para pemangku kepentingan sehingga SDM yang handal semakin banyak terbentuk di tengah masyarakat.

Pesantren Tunanetra Yarfin, kemudian, hadir menjadi bagian dari cita- cita mulia tersebut. Meskipun ribuan pesantren telah berdiri di tanah air   Indonesia,   nyatanya   hal   itu   belum   mencukupi   kebutuhan pendidikan masyarakat secara merata. Penyandang disabilitas netra Muslim, dalam hal ini, yang juga merupakan masyarakat dengan hak memperoleh pendidikan yang sama, belum memiliki ruang dan kesempatan   untuk   mengenyam   pendidikan   pesantren.   Hal ini dikarenakan belum pernah ada pesantren yang secara khusus diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Kehadiran Pesantren Tunanetra Yarfin diharapkan dapat menjadi oase bagi para penuntut ilmu penyandang disbilitas netra yang haus akan keilmuan yang komprehensif baik melalui pendidikan umum maupun keislaman.

Dari segi kurikulum, Pesantren Tunanetra Yarfin mengkombinasikan pendekatan moderen dan tradisional. Pendidikan ilmu yang bersifat umum dikelola di bawah manajamen lembaga pendidikan yang bernama Sekolah Khusus Islam Terpatu (SKhIT) Yarfin. Kurikulum ini didesain secara khusus agar kompatibel dan adaptif bagi teknik dan cara belajar para santriawan-santriawati tunanetra dalam mempajari ilmu-ilmu umum.

Pada saat yang sama, kurikulum pendidikan keislaman dikelola oleh di bawah manajemen Pesanteren Tunanetra. Program pendidikan Islami di Pesantren Tunanetra menitikberatkan pada tahsin, tilawah, dan tahfidz al-Qur’an. Dalam menyempurnakan aspek pengetahuan keagamaan para santri, kurikulum pesantren memberikan ruang melalui penyelenggaraan kajian kitab kuning yang telah menjadi sumber ilmu primer bagi pesantren-pesantren di Indonesia. Adapun pengetahuan yang diperdalam meliputi ilmu fiqih, aqidah dan akhlak.

Belum terakomodirnya pendidikan yang bermutu bagi penyandang disabilitas sudah semestinya memperoleh perhatian khusus, karena hal ini menjadi suatu ciri dan identitas kemajuan kualitas pendidikan suatu bangsa. Kami berharap agar Pesantren Tunanetra Yarfin dapat menjadi wadah dan sarana pendidikan bagi para santriawan- santriawati tunanetra dalam membangun generasi yang tidak hanya siap menghadapi   tantangan   perubahan   zaman,   namun   mampu bersaing dengan mereka yang tidak memiliki keterbatasan.